Modul 2 – Mengenal Blok Coding dalam Scratch Jr & Scratch
Setelah mengenal apa itu coding, sekarang saatnya kita masuk ke dunia blok coding, cara paling seru dan mudah untuk belajar pemrograman sejak dini. Di SDN 1 Cisaat, siswa belajar coding menggunakan dua platform utama: Scratch Jr untuk kelas 1–3, dan Scratch untuk kelas 4–6.
Blok coding adalah cara membuat program dengan menyusun balok perintah berwarna seperti puzzle. Setiap blok punya fungsi tertentu, dan saat digabungkan, mereka akan membuat karakter (sprite) bergerak, berbicara, atau melakukan aksi tertentu.
1. Scratch Jr – Blok Coding untuk Pemula (Kelas 1–3)
Scratch Jr adalah aplikasi coding visual untuk anak-anak yang belum bisa membaca dengan lancar. Semua blok menggunakan gambar dan warna.
Jenis Blok di Scratch Jr:
-
Blok Gerak (Biru): Menggerakkan karakter ke kanan, kiri, atas, atau bawah.
-
Blok Tampilan (Ungu): Membuat karakter berbicara, berubah ukuran, atau bersembunyi.
-
Blok Suara (Hijau): Memutar suara atau musik.
-
Blok Kontrol (Oranye): Memulai aksi saat layar disentuh atau saat proyek dimulai.
-
Blok Perulangan (Kuning): Mengulang perintah lebih dari sekali.
-
Blok Akhir (Merah): Menghentikan semua aksi.
Contoh Aktivitas:
-
Membuat karakter berjalan ke sekolah sambil menyapa temannya.
-
Menceritakan dongeng pendek menggunakan animasi karakter.
2. Scratch – Blok Coding untuk Lanjutan (Kelas 4–6)
Scratch adalah versi lebih lengkap dari Scratch Jr. Di sini, anak-anak bisa membuat game sederhana, animasi, hingga cerita interaktif.
Kategori Blok di Scratch:
-
Blok Gerak: Memindahkan sprite ke berbagai arah, memutar, melompat.
-
Blok Tampilan: Menampilkan pesan, mengganti kostum, dan efek grafis.
-
Blok Suara: Memutar rekaman atau efek suara.
-
Blok Peristiwa (Events): Memulai program saat klik bendera hijau atau tombol tertentu.
-
Blok Kontrol: Mengatur perulangan, kondisi (if/then), dan waktu tunggu.
-
Blok Sensor: Merespons suara, klik mouse, atau sentuhan.
-
Blok Operator: Menghitung, membandingkan, dan membuat logika.
-
Blok Variabel: Menyimpan dan menampilkan data (seperti skor game).
Contoh Aktivitas:
-
Membuat game sederhana “Tangkap Apel”
-
Membuat karakter berjalan, bicara, dan melompat saat tombol ditekan
-
Membuat kuis matematika interaktif
Kenapa Blok Coding Cocok untuk Anak?
-
Tidak perlu mengetik kode rumit
-
Visual dan berwarna, membuat belajar jadi menyenangkan
-
Mengembangkan logika, kreativitas, dan pemecahan masalah
-
Dapat digunakan offline maupun online
Penutup
Blok coding adalah cara terbaik untuk mulai belajar coding dari usia dini. Di SDN 1 Cisaat, kami memanfaatkan Scratch Jr dan Scratch sebagai media utama untuk memperkenalkan logika pemrograman kepada siswa secara bertahap, sesuai usia dan kemampuan mereka. Dengan platform ini, anak-anak dapat menciptakan karya digital mereka sendiri dengan bangga dan percaya diri.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Mengenal Literasi Digital Lewat Komunitas Game Online yang Positif
Mengenal literasi digital melalui komunitas game online yang edukatif, sistematis, dan berorientasi pembelajaran teknologi. Perkembangan teknologi digital membuka banyak ruang bela
Modul 3 – Mengenal Urutan & Perulangan (Sequence & Looping)
Dalam dunia coding, memahami urutan dan perulangan adalah langkah penting untuk membuat program bekerja dengan benar. Anak-anak bisa mempelajarinya melalui aktivitas visual yang menyena